Article

Rabu , 13 Mar 2024 11:27:47
Mengenal Tampon Hidung dan Cara Menggunakannya

Mengenal Tampon Hidung dan Cara Menggunakannya

Istilah tampon hidung mungkin terdengar asing bagi banyak orang. Namun, bagi Anda yang mengidap gangguan pada hidung, terutama sinusitis atau mimisan, tampon ini bisa menjadi solusi. Simak penjelasan lengkap soal alat medis ini di bawah ini, mulai dari siapa yang memerlukan hingga cara pemasangannya. 

Apa itu tampon hidung?

Tampon hidung (nasal packing) adalah alat medis yang digunakan untuk meredakan gejala sinusitis dengan cara memberikan tekanan pada area hidung.

Alat medis yang juga dikenal sebagai kompres hidung ini terbuat dari bahan lembut yang bisa menyerap, seperti kapas. 

Fungsi alat yang satu ini mirip dengan tampon yang digunakan pada luka atau ketika haid.

Bedanya, alat ini diletakkan pada hidung untuk mengontrol perdarahan atau memberikan tekanan pada dinding hidung.

Pemasangan kompres ini disebut dapat membantu meredakan hidung tersumbat, sehingga memungkinkan penderita sinusitis untuk bernapas lebih lega. 

Siapa yang membutuhkan tampon hidung?

Tampon yang umum ditemukan memang digunakan untuk wanita yang mengalami haid. Lantas, siapa saja yang perlu pasang tampon hidung? 

Meski seringnya digunakan oleh penderita sinusitis, dikutip dari studi di Sports medicine and health science, tampon hidung bisa digunakan untuk indikasi medis lainnya.

Nasal packing ini bisa menjadi pilihan untuk orang dengan masalah atau kondisi di bawah ini.

  • Mimisan yang terlalu sering.
  • Cedera olahraga pada hidung.
  • Pasien yang menjalani operasi hidung.
  • Pasien yang menjalani operasi sinus.

Tanyakan kepada dokter kapan Anda perlu memakai alat medis ini untuk mengatasi kondisi yang Anda alami.

Cara pemasangan tampon hidung

Pemasangan tampon hidung sebaiknya dilakukan oleh profesional kesehatan atau dokter yang berpengalaman.

Proses ini melibatkan langkah-langkah tertentu untuk memastikan tampon ditempatkan dengan benar serta agar efektif meredakan gejala. 

Terlebih lagi, pemasangan tampon ini biasanya dilakukan di unit gawat darurat ketika seseorang mengalami perdarahan hidung yang tidak berhenti.

Berikut beberapa langkah yang biasanya diambil dokter untuk memasang alat ini pada pasien yang mengalami perdarahan dari hidung atau mimisan.

1. Dokter akan memeriksa kondisi terlebih dahulu

Sebelum pemasangan nasal packing, dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap airway, breathing, dan circulation (ABC) atau yang dalam bahasa Indonesia diartikan dengan jalan napas, bantuan napas, dan bantuan sirkulasi. 

Ini merupakan prinsip atau langkah dasar dalam melakukan pertolongan pertama pada pasien trauma. Pemeriksaan ini harus selesai dilakukan dalam waktu 2—5 menit.

Selain itu, dokter akan mencoba mencari tahu apa penyebab mimisan. Pertanyaan seputar riwayat trauma atau cedera, gangguan pembekuan darah, riwayat konsumsi obat, hingga operasi sinus akan ditanyakan. 

2. Persiapan alat dan bahan

Setelah pemeriksaan dilakukan, dokter akan meminta Anda untuk duduk tegak di atas meja pemeriksaan. Lalu, dokter akan mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. 

Hal ini termasuk alat pelindung diri, lampu kepala, spekulum hidung, suction, kasa steril, dan tampon hidung sesuai kebutuhan.

Dekongestan topikal, anestesi topikal, dan antibiotik profilaksis mungkin akan dipersiapkan pula ketika memasang alat ini. 

3. Pemilihan tampon sesuai jenis dan kondisi

Selanjutnya, dokter atau tim medis akan memilih jenis tampon yang sesuai dengan kondisi Anda, baik itu tampon hidung anterior atau posterior.

Mereka akan mencoba memastikan tampon yang digunakan telah dipersiapkan dengan benar, seperti tampon rol atau nasal balloon.

4. Proses pemasangan tampon

Bila sudah dipilih sesuai jenisnya, dokter akan mulai memasang tampon, entah itu anterior atau posterior. Sebelumnya, Anda akan diberikan obat dekongestan topikal atau asam traneksamat. 

Setelah itu, dokter akan memasukkan tampon dengan lembut ke dalam salah satu lubang hidung.

Sumbatan ini kemudian akan mengembang dan memberikan tekanan yang diperlukan untuk mengatasi perdarahan. 

5. Evaluasi

Jika dokter sudah selesai memasangnya, mereka akan melakukan evaluasi terhadap perdarahan.

Mereka mungkin akan mempertimbangkan pemberian antibiotik profilaksis, terutama untuk orang yang berisiko terhadap infeksi. 

Dalam beberapa kasus, Anda mungkin perlu memahami cara merawat tampon ini di rumah. Ini termasuk menjaga kebersihan, menghindari aktivitas yang dapat merusak tampon, dan mengikuti petunjuk dokter mengenai perawatan tambahan yang diperlukan.

Untuk informasi lebih lanjut, konsultasikan kepada dokter atau profesional kesehatan yang kompeten. Jangan ragu untuk bertanya atau mencari solusi terbaik untuk kesehatan hidung Anda.