Article

Selasa , 22 Jun 2021 12:35:42
Mengatasi dan Mencegah Sakit Telinga Karena Tekanan Tinggi (Barotrauma)

Barotrauma adalah salah satu risiko kesehatan ketika sedang menyelam atau bepergian dengan pesawat terbang. Telinga merupakan salah satu organ yang sangat sensitif terhadap perubahan tekanan udara atau air. Perubahan tekanan ini yang kemudian menimbulkan rasa tidak nyaman di telinga, atau disebut sakit telinga barotrauma. Lalu bagaimana cara mencegah dan mengatasi barotrauma ini?

Apa penyebab sakit telinga barotrauma?

Sakit telinga barotrauma terjadi karena adanya perubahan tekanan udara sekitar.

Normalnya, organ telinga yang bernama tuba Eustachius bekerja mengatur agar tekanan udara di telinga bagian dalam sebisa mungkin kurang lebih harus sama dengan tekanan udara luar.

Hal ini bertujuan agar tidak akan menimbulkan masalah pada telinga.

Masalah baru akan muncul ketika terjadi perubahan tekanan yang sangat cepat dan mendadak. Misalnya saja saat Anda naik pesawat.

Semakin tinggi posisi Anda di udara, tekanan udara sekitar akan semakin rendah. Sama halnya seperti ketika Anda menyelam.

Semakin dalam Anda menyelam, tekanan air akan semakin tinggi.

Perubahan ketinggian dan tekanan udara yang drastis dalam waktu singkat membuat telinga Anda tidak sempat beradaptasi untuk menyamakan kedudukan.

Tekanan udara di telinga dalam akan jadi tidak seimbang dengan tekanan di luar. Selanjutnya, membran timpani atau gendang telinga akan membengkak.

Peregangan bentuk gendang telinga yang terpengaruh oleh tekanan udara inilah yang menyebabkan telinga sakit saat naik pesawat atau menyelam dalam air.

Selama waktu Anda di udara atau dalam air, gendang telinga yang bengkak tidak dapat bergetar.

Pendengaran Anda juga terasa penuh seperti tersumbat dan suara seperti teredam karena tuba Eustachius tersumbat oleh tekanan udara tersebut.

Kondisi apapun yang dapat menghalangi tuba Eustachius atau membatasi fungsinya dapat meningkatkan risiko barotrauma.

Kondisi tersebut termasuk:

  • eustachius yang berukuran kecil, khususnya pada bayi dan balita,
  • flu biasa,
  • infeksi sinus,
  • hay fever (rhinitis alergi),
  • infeksi telinga tengah (otitis media), dan
  • tidur ketika pesawat lepas landas atau mendarat karena Anda tidak dapat menguap atau menelan yang bisa mengurangi tekanan pada telinga.

Apa saja gejala barotrauma?

Selain menyebabkan rasa tidak nyaman, sakit telinga barotrauma juga memunculkan gejala lain seperti:

  • kesulitan mendengar,
  • pusing, dan
  • telinga terasa penuh.

Pada kasus yang lebih parah, Anda mungkin mengalami gejala berupa:

  • sakit parah
  • meningkatnya tekanan pada telinga
  • gangguan pendengaran sedang sampai berat
  • tinnitus (telinga berdenging),
  • sensasi berputar (vertigo), dan
  • perdarahan dari telinga.
  • Apa harus langsung ke dokter jika telinga sakit ini?

    Pada kebanyakan kasus, gejala sakit telinga barotrauma bisa hilang sendiri sehingga Anda tidak perlu bergegas pergi ke dokter.

    Namun, Anda sebaiknya segera konsultasi jika muncul kondisi berikut.

    • Rasa sakitnya menetap atau malah semakin parah dan terus berulang.
    • Telinga jadi berair karena kebocoran cairan.
    • Terjadi perdarahan dari telinga.

    Dokter akan memeriksa kondisi telinga Anda dan mencari tanda-tanda kerusakan atau infeksi baik pada gendang telinga maupun saluran telinga.

    Jika gendang telinga tampak terdorong masuk atau keluar, ini menunjukkan bahwa memang terjadi barotrauma telinga.

    Setelah pemeriksaan, dokter akan membahas pilihan pengobatan yang paling tepat dan langkah selanjutnya.

    Kondisi ini biasanya tidak memerlukan perawatan serius. Komplikasi jangka panjang yang jarang terjadi meliputi:

    • kehilangan pendengaran secara permanen, dan
    • tinnitus kronis.

    Bagaimana cara mengatasi barotrauma telinga?

    Sebagian besar kasus barotrauma telinga bisa sembuh sendiri tanpa harus diobati.

    Akan tetapi, jika gejala yang Anda rasakan tidak kunjung hilang, dokter mungkin akan menyarankan pilihan pengobatan di bawah ini.

    1. Obat-obatan

    Dokter mungkin akan merekomendasikan Anda menggunakan obat dekongestan hidung atau antihistamin hidung sesuai aturan pakai yang tertera di bungkus obat.

    Selain itu, Anda dapat mengonsumsi obat-obatan anti-peradangan, seperti:

    • buprofen (Advil, Motrin IB, lainnya) atau naproxen sodium (Aleve), dan
    • pereda nyeri analgesik, seperti acetaminophen (Tylenol, lainnya).

    Saat sedang sakit telinga, tetap jaga kebersihan telinga untuk mencegah terjadinya infeksi.

    Jika Anda juga mengalami infeksi, dokter mungkin meresepkan antibiotik.

    2. Terapi mandiri

    Bersamaan dengan pemberian obat, dokter akan menyarankan Anda melakukan manuver Valsava. Caranya adalah dengan melakukan langkah-langkah di bawah ini.

    • Tutup lubang hidung dan mulut Anda.
    • Dengan lembut, masukkan udara ke bagian belakang hidung, seolah-olah sedang membuang cairan di dalam hidung.

    3. Operasi

    Dalam kasus barotrauma yang berat, dokter bisa menganjurkan untuk melakukan operasi.

    Operasi yang dilakukan biasanya pemasangan tabung silinder kecil ke bagian telinga tengah untuk menyeimbangkan perbedaan tekanan. Namun, kasus ini termasuk jarang.

    Bagaimana mencegah agar tidak mengalami sakit telinga barotrauma?

    Dikutip Mayo Clinic, Anda dapat melakukan pencegahan barotrauma dengan melakukan langkah sederhana di bawah ini:

    1. Menguap dan mengunyah

    Cobalah menguap atau mengunyah permen karet. Langkah ini dapat mengaktifkan otot-otot yang membuka saluran eustachius Anda.

    Selain mengunyah permen karet, Anda dapat pula mengisap permen dan menelannya.

    2. Lakukan manuver Valsava

    Anda dapat melakukan manuver Valsava dengan langkah-langkah yang telah disebutkan di atas.

    Ulangi langkah tersebut selama beberapa kali, terutama saat pesawat akan mendarat. Ini untuk menyamakan tekanan antara telinga Anda dan kabin pesawat.

    3. Jangan tidur

    Langkah pencegahan barotrauma ketika melakukan perjalanan udara adalah jangan tidur.

    Tetaplah terjaga seraya melakukan teknik mandiri yang telah disebutkan, khususnya ketika Anda merasakan tekanan meningkat di telinga.

    4. Pertimbangkan kembali rencana perjalanan

    Jika memungkinkan, jangan terbang saat Anda sedang flu, infeksi sinus, hidung tersumbat, atau infeksi telinga.

    Selain itu, diskusikan dengan dokter Anda tentang waktu yang tepat untuk bepergian, jika Anda baru saja menjalani operasi telinga.

    5. Konsumsi dekongestan

    Untuk mencegah terjadinya barotrauma pada telinga, sebaiknya gunakan dekongestan, antihistamin, atau keduanya sebelum memulai kegiatan, seperti scuba diving, menyelam, hiking, naik pesawat.

    Dekongestan tersedia dalam bentuk minum ataupun spray.

    6. Gunakan earplug

    Earplug dapat menyamakan tekanan pada gendang telinga saat Anda berada di dalam pesawat. Anda dapat membelinya di toko obat secara bebas.

    Meskipun begitu, Anda tetap disarankan melakukan terapi mandiri, yaitu menguap dan menelan untuk mengurangi tekanan.

    Untuk membantu bayi Anda, berikan dot untuk diisap saat pesawat lepas landas atau mendarat. Letakkan bayi Anda dalam posisi duduk seraya melakukan langkah tersebut.

    Anak-anak yang berusia di atas 4 tahun dapat mencoba mengunyah permen karet, minum dengan sedotan, atau meniup gelembung melalui sedotan. Jangan berikan dekongestan untuk anak Anda.