Article

Selasa , 09 Mar 2021 11:42:56
Mengulik Penyebab Gangguan Pendengaran Pada Lansia dan 4 Langkah Mencegahnya

Semakin bertambah tua usia, risiko berbagai masalah kesehatan jadi semakin meningkat, salah satunya pada indera pendengaran. Ya, gangguan pendengaran merupakan masalah kesehatan yang paling sering menjadi keluhan lansia. Namun, tahukah Anda kenapa kondisi ini rentan terjadi dan bagaimana cara mencegahnya? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini!

Kenapa gangguan pendengaran pada lansia rentan terjadi?

Dilansir dari National Institute on Deafness and Other Communication Disorders, kira-kira 1 dari 3 orang yang berusia 65-74 tahun mengalami gangguan pendengaran. Bahkan, lansia usia 75 tahun banyak yang mengalami kehilangan pendengaran.

Sulit mendengar dengan baik bisa memengaruhi kualitas hidup lansia. Mereka tidak bisa menikmati percakapan hangat dengan keluarga, tidak merespons dengan baik ketika ada peringatan, dan kesulitan untuk mengikuti arahan dokter. Semua ini bisa membuat lansia mengalami stres dan berdampak buruk bagi kesehatan lansia.

Penyebab gangguan pendengaran pada lansia sangat beragam, termasuk menuanya usia. Kondisi yang berkaitan dengan usia ini dikenal dengan presbikusis. Presbikusis merupakan gangguan pendengaran yang muncul secara bertahap seiring bertambahnya usia.

Kondisi ini menurun dalam keluarga dan mungkin terjadi karena adanya perubahan pada telinga bagian dalam dan saraf pendengaran. Selain usia, ada faktor lain yang menjadi penyebab gangguan pendengaran pada lansia seperti berikut.

  • Terpapar suara keras dalam jangka panjang

Suara yang terlalu keras dapat merusak sel-sel rambut sensorik di telinga yang berfungsi penting dalam kemampuan mendengar. Setelah sel rambut rusak, sel tidak akan tumbuh lagi dan mengakibatkan kemampuan mendengar jadi menurun.

  • Masalah kesehatan yang menyerang lansia

Kehilangan pendengaran umum terjadi pada lansia dengan penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi) atau diabetes.

Tidak hanya itu, infeksi telinga (otitis media), penyakit jantung, stroke, cedera otak, atau tumor otak juga memengaruhi kemampuan mendengar. Penderita kanker yang menjalani pengobatan kemoterapi juga kerap mengalami kondisi ini.

  • Kelainan pada telinga luar atau telinga tengah

Pada kasus jarang, kelainan telinga menjadi penyebab menurunnya kemampuan mendengar lansia. Kelainan telingan ini mengurangi fungsi membran timpani dan tiga tulang kecil di telinga yang membawa gelombang suara dari luar ke dalam telinga.

Tips ampuh mencegah gangguan pendengaran pada lansia

Kemampuan mendengar memang akan semakin menurun seiring bertambahnya usia. Itu artinya, lansia tidak bisa mencegah proses penuaan yang alami ini. Akan tetapi, lansia bisa mencegah kondisi ini berkembang lebih cepat. Berikut ini adalah cara mencegah  gangguan pendengaran pada lansia.

1. Menghindari paparan suara keras

Anda sudah tahu, kan, kalau suara bising adalah salah satu penyebab gangguan telinga pada lansia? Ya, oleh karena itu, cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan menjauhi suara-suara keras di sekitar.

Tingkat kebisingan diukur dalam desibel (dB). Semakin tinggi angkanya, semakin keras tingkat kebisingannya. Suara apa pun di atas 85dB bisa berbahaya, terutama jika lansia terpapar dalam waktu lama.

Lansia sebaiknya menghindari suara motor, musik dengan volume penuh pada ponsel, dan pesawat yang lepas landas. Suara-suara ini memiliki tingkat kebisingan 90dB hingga 120dB yang mengganggu kesehatan telinga.

2. Gunakan pelindung telinga jika ada suara bising

Suara bising di lingkungan mungkin tidak bisa lansia hindari, terutama jika tinggal di area dekat bandara atau jalan utama. Bisa juga suara bising berasal dari acara musik di dekat rumah.

Jika sudah seperti ini, cara mencegah terjadinya gangguan pendengaran pada lansia adalah dengan menggunakan pelindung telinga. Lansia boleh menggunakan earplug atau earmuff untuk mengurangi tekanan dari suara yang keras.

Bila Anda seorang lansia yang masih aktif bekerja, dan kemungkinan terpapar suara bisik di lingkungan kerja, sebaiknya jauhi asal suara yang bising tersebut. Ganti alat-alat kerja yang menimbulkan suara bising, jika memungkinkan. Jangan lupa, gunakan earplug sebagai pelindung telinga.

3. Kurangi kebiasaan pakai headphone atau earphone

Cara mencegah gangguan pendengaran selanjutnya, tidak hanya berlaku untuk lansia saja, tapi juga pada semua usia. Menggunakan earphone atau headphone memang membuat Anda lebih puas dalam mendengarkan lagu. Akan tetapi, kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko kerusakan pada telinga karena memungkinkan Anda memutar lagu lebih kencang.

Jadi, akan lebih baik jika lansia mendengarkan lagu tanpa headphone atau earphone. Atur tingkat volume tidak terlalu tinggi. Biasanya, ponsel akan memunculkan peringatan ‘batas keamanan’ jika volume suara yang Anda atur terlalu kencang.

4. Lakukan cek kesehatan telinga secara rutin

Langkah terakhir untuk mencegah gangguan telinga pada lansia adalah rutin melakukan cek kesehatan telinga ke dokter. Dengan cara ini, lansia dapat mengetahui sekaligus merawat kesehatan telinga secara berkala. Lansia bisa melakukan pengecekan setahun sekali. Terutama jika lansia sering terpapar suara bising yang keras.

Selain itu, segera ke dokter jika lansia mengalami masalah pada telinga. Contoh, saat lansia terserang flu hingga membuat telinga bindeng. Kondisi ini memang bisa sembuh seiring waktu, tapi juga bisa bertambah parah hingga menyebabkan infeksi telinga. Nah, jika lansia lebih cepat periksa ke dokter, tentu akan lebih cepat pulih.

Jika gangguan pendengaran pada lansia cukup parah, lansia lebih baik memeriksakan diri ke dokter spesialis THT (telingan, hidung, tenggorokan). Ahli THT akan menanyakan gejala dan mungkin meminta Anda menjalani tes pendengaran untuk mendeteksi gangguan telinga.