Article

Rabu , 20 Nov 2019 12:09:38
Mengenal Angiosarkoma, Jenis Kanker yang Paling Sering Menyerang Kulit Kepala dan Leher

Apa itu angiosarkoma?

Angiosarkoma adalah jenis kanker langka yang terbentuk di dalam lapisan pembuluh darah dan pembuluh getah bening. Padahal, pembuluh getah bening tersebut berperan untuk mengumpulkan bakteri, virus, atau zat-zat sisa lainnya untuk dikeluarkan dari tubuh. Dengan kata lain, pembuluh getah bening ini penting untuk menjaga sistem imun tubuh Anda.

Saat pembuluh getah bening terserang kanker, maka tubuh tentu akan kesulitan atau bahkan tidak mampu lagi untuk membilas bakteri dan virus tersebut dari dalam tubuh. Akibatnya, sistem imun Anda terus menurun dari waktu ke waktu.

Sejatinya, penyakit kanker bisa muncul pada bagian tubuh mana pun, begitu juga dengan angiosarkoma. Akan tetapi, jenis kanker yang satu ini paling sering terjadi pada kulit kepala dan leher.

Karena sel-sel kanker ini terbentuk di lapisan pembuluh darah, maka tidak menutup kemungkinan bahwa organ tubuh lainnya ikut terserang angiosarkoma. Dalam kasus yang jarang, sel-sel kanker angiosarkoma dapat tumbuh dan berkembang di payudara, hati, maupun jantung. Angiosarkoma yang terjadi di dalam jantung umumnya akan memicu penyakit kanker jantung.

Apa saja penyebab angiosarkoma?

Sampai saat ini, penyebab angiosarkoma masih belum jelas. Para ahli menduga bahwa kondisi ini diawali dengan perubahan struktur (mutasi) gen yang terjadi pada lapisan pembuluh darah maupun getah bening.

Selain itu, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena angiosarkoma, di antaranya:

  • Terapi radiasi. Dilansir dari pusat riset kesehatan Mayo Clinic, angiosarkoma biasanya terjadi 5-10 tahun setelah terapi radiasi selesai dilakukan.
  • Pembengkakan akibat kerusakan pembuluh getah bening (limfedema). Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti operasi kelenjar getah bening, infeksi, atau kondisi lainnya.
  • Bahan kimia. Jenis angiosarkoma hati umumnya terjadi akibat paparan bahan kimia terus-menerus pada tubuh, misalnya vinil klorida dan arsenik.

Tanda dan gejala angiosarkoma

Tanda dan gejala angiosarkoma berbeda-beda, tergantung dari tempat pertumbuhan sel-sel kankernya. Bila angiosarkoma menyerang kulit leher dan kepala, maka akan menimbulkan gejala sebagai berikut:

  • Area kulit tampak keunguan seperti memar
  • Lesi memar semakin membesar dari hari ke hari
  • Lesi memar bisa berdarah jika tergores atau terbentur
  • Kulit di sekitar lesi membengkak

Sementara itu, angiosarkoma yang sudah menyebar ke organ-organ vital tubuh, seperti hati atau jantung, justru lebih sulit terdeteksi. Anda mungkin hanya akan merasakan sakit di bagian tubuh yang terserang kanker.

Misalnya saja, angiosarkoma jantung membuat Anda merasakan nyeri di bagian dada. Sementara angiosarkoma pada hati menyebabkan timbulnya rasa sakit di bagian perut sebelah kanan.

Apakah jenis kanker angiosarkoma bisa diobati?

Sama seperti jenis kanker lainnya, angiosarkoma bisa diobati dengan penanganan yang tepat. Lagi-lagi, pengobatan kanker angiosarkoma tergantung dari lokasi kanker tersebut berasal.

Berbagai pengobatan kanker angiosarkoma yang dapat dilakukan meliputi:

1. Operasi

Operasi alias pembedahan sering kali menjadi pilihan pertama untuk mengobati angiosarkoma. Prosedur ini bertujuan untuk menghilangkan atau mengangkat sel-sel kanker serta beberapa jaringan sehat di sekitarnya.

Akan tetapi, kalau sel-sel kanker tersebut terlalu besar atau telanjur menyebar ke organ tubuh lainnya, maka diperlukan pengobatan kanker yang lain untuk mengatasinya.

2. Terapi radiasi

Ketika operasi tidak dapat dilakukan, pasien angiosarkoma biasanya dianjurkan untuk menjalani terapi radiasi. Terapi radiasi memanfaatkan sinar X atau sinar berenergi tinggi lainnya untuk membunuh atau mengangkat sisa-sisa sel kanker dalam tubuh.

3. Kemoterapi

Kemoterapi adalah prosedur pengobatan kanker yang menggunakan obat-obatan atau bahan kimia untuk diminum atau disuntikkan ke pembuluh darah pasien. Pengobatan kanker ini paling banyak dipilih untuk membunuh atau menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker.

Kemoterapi umumnya dilakukan ketika pasien angiosarkoma tidak dapat menjalani operasi. Atau bisa juga menjadi pengobatan kanker tambahan setelah terapi radiasi selesai dilakukan.