Article

Sabtu , 16 Nov 2019 10:38:52
Batuk di Malam Hari Bisa Jadi Makin Parah. Bagaimana Mengatasinya?

Saat Anda kena alergi atau terserang flu dan pilek, tenggorokan akan terkena dampaknya juga, yaitu terasa gatal sehingga terus batuk. Memutuskan istirahat menjadi pilihan yang tepat bagi tubuh untuk melawan infeksi. Bukannya semakin membaik, justru batuk malah semakin parah, terutama di malam hari. Lalu, bagaimana mengatasi batuk di malam hari? Yuk, simak tipsnya berikut ini untuk meringankan batuk Anda di malam hari.

Mengapa batuk semakin parah di malam hari?

Batuk sebenarnya penting untuk membantu Anda cepat sembuh dari flu atau pilek. Batuk terus-menerus membantu memecah lendir yang menggumpal sehingga tenggorokan dan saluran udara Anda menjadi lebih bersih. Namun, s ebagian besar orang yang batuk memiliki kualitas tidur yang buruk.

Dilansir dari Everyday Health, Mitchell Blass, MD, seorang spesialis penyakit menular dan dokter di Emory Saint Joseph di Atlanta, berpendapat bahwa batuk yang semakin parah di malam hari disebabkan oleh gravitasi dan lingkungan kering di dalam ruangan.

Ketika Anda berbaring, lendir akan menggenang dan berkumpul di belakang tenggorokan. Kemudian, udara kering yang Anda hirup di dalam ruangan juga memicu tenggorokan terus gatal. Itulah sebabnya batuk akan sangat mengganggu ketika Anda beristirahat di malam hari.

Tips meringankan batuk di malam hari

Berikut langkah-langkah untuk meringankan batuk di malam hari.

1. Ketahui penyebab batuk

jeruk nipis

Anda bisa mengalami batuk karena alergi, flu atau pilek, asma, atau refluks asam lambung (GERD). Pastikan bahwa Anda minum obat batuk sesuai dengan penyebab batuk supaya lebih cepat sembuh.

Bila Anda memiliki GERD, hindari makan makanan yang memicu rasa panas pada perut. Sebaiknya Anda tidak makan sekitar empat jam sebelum tidur untuk mengurangi gejala batuk di malam hari.

2. Pakai humidifier

humidifier

Udara kering akibat kipas angin atau AC bisa membuat batuk semakin parah di malam hari. Anda bisa mengatasi kondisi udara di dalam kamar ini dengan menggunakan humidifier alias pelembap udara. Alat ini membantu memperbaiki kualitas dan menjaga kelembapan udara sekaligus menangkal debu yang membuat Anda terus batuk di malam hari.

Namun, ingat Anda harus mengikuti petunjuk penggunaan dan menggunakan air yang benar-benar bersih untuk humidifier. Bila air yang digunakan tidak steril, kuman pada air malah akan menyebar ke ruangan dan membuat batuk Anda semakin parah.

Sebaiknya, gunakan juga higrometer untuk mengukur kelembapan udara. Tingkat kelembapan kamar yang tepat adalah sekitar 50 persen. Bila terlalu lembap, jamur akan semakin mudah berkembang dan justru bisa menyebabkan alergi.

3. Minum teh herbal dengan madu

minum teh setelah makan

Teh herbal, misalnya teh jahe atau teh chamomile biasanya tidak mengandung kafein sehingga aman diminum sebelum tidur. Tambahan madu pada teh panas dapat menenangkan tenggorokan, mengurangi iritasi, dan memecah lendir di saluran pernapasan.

4. Kumur dengan air garam

manfaat air garam untuk kesehatan mulut

Larutan air garam ternyata mampu meringankan rasa sakit dan iritasi pada tenggorokan, sekaligus membantu mengeluarkan lendir yang berkumpul di bagian belakang tenggorokan. Caranya mudah, Anda hanya perlu kumur-kumur beberapa kali dengan air garam tersebut dan buang airnya, jangan ditelan.

5. Pakai bantal yang tinggi

kebiasaan tidur yang salah

Batuk akan jadi semakin parah karena lendir berkumpul di tenggorokan jika posisi kepala sejajar dengan kepala. Tidur dengan bantal kepala yang tinggi bisa mengalirkan lendir. Tidur dengan posisi seperti ini tidak hanya meringankan batuk akibat flu atau pilek, tapi juga mencegah refluks asam lambung (GERD).

Jangan lupa untuk rutin membersihkan tempat tidur Anda. Ganti selimut, seprai, atau sarung bantal yang sudah kotor. Setidaknya ganti dua kali dalam seminggu dan cucilah dengan air panas. Langkah ini bisa mencegah tungau atau debu menempel pada tempat tidur yang memicu batuk.