Article

Jumat , 25 Okt 2019 13:31:49
Hipotiroid pada Anak, Kenali Penyebab dan Ragam Gejalanya

Hipotiroid pada anak tidak boleh dianggap sepele. Pasalnya, jika tidak mendapat penanganan sedini mungkin, hipotiroid bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Hipotiroid atau hipotiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid kurang aktif memproduksi hormon. Akibatnya, kadar hormon di dalam tubuh menjadi kurang. Kurangnya kadar hormon tiroid ini bisa dialami oleh semua orang, termasuk pada anak-anak.

Penyebab Hipotiroid pada Anak

Hipotiroid pada anak sering disebabkan oleh gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang membuat sel-sel imun menyerang kelenjar tiroid dan menyebabkan terganggunya fungsi kelenjar ini dalam memproduksi hormon. Salah satunya adalah penyakit Hashimoto. Penyakit Hashimoto bisa dialami oleh siapa saja termasuk anak-anak, gejalanya akan berkembang dari tahun ke tahun dan menyebabkan kerusakan kronis pada kelenjar tiroid.

Selain itu, hipotiroid pada anak juga bisa dipicu oleh sejumlah faktor lain, seperti:

1. Riwayat keluarga yang mengalami hipotiroid

Adanya riwayat hipotiroid dalam keluarga, mulai dari orang tua hingga kakek atau nenek, akan meningkatkan risiko keturunannya mengalami kondisi yang sama.

2. Kekurangan asupan yodium

Kadar yodium dalam tubuh anak yang rendah akibat kurangnya asupan yodium bisa menyebabkan berkurangnya kemampuan kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroid.

3. Konsumsi obat-obatan tertentu

Mengonsumsi beberapa jenis obat, seperti litium, amiodarone, dan thalidomide, bisa membuat kelenjar tiroid tidak berfungsi secara optimal, sehingga meningkatkan risiko terjadinya hipotiroid pada anak.

4. Operasi pengangkatan kelenjar tiroid

Operasi pengangkatan kelenjar tiroid atau radioterapi yang dilakukan di leher dapat menyebabkan hipotiroid. Tidak hanya itu, kerusakan kelenjar pituitari dan penyakit tiroditis yang dialami oleh anak juga bisa menyebabkan hipotiroid.

Mengenali Gejala Hipotiroid pada Anak

Hipotiroid pada anak dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu hipotiroid kongenital (hipotiroid pada bayi sejak lahir) dan hipotiroid yang dialami pada masa anak-anak. Hipotiroid kongenital dikaitkan dengan peningkatan risiko terjadinya kelainan bawaan pada jantung dan pembuluh darah, serta saluran kemih dan genital.

Beberapa gejala hipotiroidisme pada bayi dan balita adalah sebagai berikut:

  • Tidak mau minum ASI
  • Kulit yang terasa dingin
  • Suara tangisan serak
  • Sembelit (sulit buang air besar)
  • Lidah membesar
  • Penyakit kuning(jaundice)
  • Hernia umbilikalis

Sedangkan jika hipotiroid yang terjadi pada masa kanak-kanak, akan timbul beberapa gejala berikut:

  • Wajah terlihat bengkak
  • Kelopak mata yang terlihat turun
  • Rambut rontok
  • Kulit cenderung kering
  • Terlambat bicara dan suara lebih serak
  • Keterlambatan pertumbuhan
  • Keterlambatan pertumbuhan gigi permanen
  • Peningkatan berat badan
  • Detak jantung lebih lambat

Hipotiroid pada anak perlu dideteksi sejak dini agar dapat segera ditangani, sebelum menyebabkan gangguan pada tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, Bunda perlu mengenali gejala dan tandanya. Jika Si Kecil mengalami keluhan dan gangguan yang mengarah ke hipotiroid, segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan ke dokter .