Article

Sabtu , 07 Sep 2019 15:18:15
Misophonia, Alasan Mengapa Anda Benci Suara Tertentu

Anda sedang makan bersama dan suara orang mengunyah membuat Anda merasa tidak nyaman, bahkan kesal? Bisa jadi Anda mengalami suatu keadaan yang disebut misophonia. Misophonia berasal dari bahasa Yunani, miso berarti benci dan phon berarti suara, sehingga jika diartikan secara harafiah misophonia berarti benci akan suara.

Misophonia adalah kondisi di mana seseorang bereaksi terhadap suatu suara spesifik dan menimbulkan respon otomatis (fight or flight response). Suara-suara tersebut biasanya berasal dari kebiasaan orang lain seperti suara mengunyah, mendecakkan lidah, bersiul, dan lain-lain. Tetapi mereka yang mengalami kondisi misophonia biasanya tidak terganggu dengan suara-suara tersebut jika suara itu mereka ciptakan sendiri.

Mengapa misophonia bisa terjadi?

Keadaan psikologis yang dapat bertahan seumur hidup seperti misophonia misalnya, dimulai sejak usia 9 sampai 13 tahun. Tidak ada peristiwa khusus yang mendasari, misophonia bisa terjadi tiba-tiba dan begitu saja. Sampai saat ini, belum ada penjelasan yang dapat mengungkapkan penyebab pasti mengapa seseorang dapat menderita misophonia. Beberapa penelitian terkait misophonia sudah pernah dilakukan. Jastreboff, seorang profesor dalam bidang audiologi sekaligus orang pertama yang mencetuskan konsep misophonia, menyatakan bahwa ada kesamaan antara misophonia dan tinnitus. Keduanya dihubungkan dengan koneksi berlebihan yang terjadi antara sistem auditori dan sistem limbik, sehingga menimbulkan reaksi berlebihan terhadap suara tertentu.

Dikutip dari Washington Post, Natan Bauman, pemilik dari Healing, Balance, and Speech Center Connecticut menyatakan bahwa sudah ada hampir 100 orang mengunjungi kliniknya terkait dengan misophonia. Pasien yang menderita misophonia biasanya mempunyai asosiasi negatif terhadap jenis suara tertentu dan cenderung memiliki reaksi impulsif terhadap suara tersebut.

Gelombang suara menyebabkan tulang di bagian tengah telinga kita bergetar, telinga kemudian akan mengubah suara menjadi sinyal elektrik yang akan dikirim ke saraf pendengaran pada otak. Setelah itu sinyal tersebut akan melalui dua jalur, menuju amigdala dan medial prefrontal cortex. Jalur ke amigdala berlangsung cepat, misalnya ketika Anda tiba-tiba mendengar suara keras dan tanpa sadar Anda akan melompat karena terkejut. Jalur lainnya membutuhkan waktu lebih lama. Bagian medial prefrontal cortex lebih berperan pada emosi dan interpretasi Anda terhadap suatu suara. Pada mereka yang menderita misophonia, ada kemungkinan terjadinya kerusakan pada medial prefrontal cortex.

Suara yang menjadi pemicu bagi penderita misophonia

  • Suara seseorang saat makan atau mengunyah
  • Suara mendecakkan lidah
  • Suara seseorang memainkan pulpen (pen clicking sound)
  • Suara detak jam
  • Suara berfrekuensi rendah
  • Suara langkah kaki
  • Suara bersiul
  • Suara yang berasal dari kantung plastik yang diremas
  • Suara anjing menggonggong

Reaksi penderita misophonia saat mendengar suara tertentu

Berdasarkan penelitian yang dilakukan terkait misophonia, ada beberapa reaksi emosional yang dihasilkan setelah penderita misophonia mendengar suara yang tidak mereka sukai. Umumnya mereka akan mengalami perasaan:

  • Tidak nyaman
  • Stres dan gugup
  • Marah, frustasi
  • Takut
  • Merasa kesal dan sangat terganggu
  • Panik
  • Menjadi tidak sabaran
  • Merasa tertekan dan terjebak dalam situasi yang buruk

Pada penelitian ini, penderita misophonia juga diberi pertanyaan apakah yang mereka pikirkan ketika muncul suara yang memicu rasa tidak nyaman tersebut, beberapa menjawab terkadang mereka ingin memukul orang yang mengeluarkan suara yang tidak mereka sukai, mengapa orang tersebut harus mengeluarkan suara seperti itu dan mengapa tidak segera berhenti, tidak jarang mereka juga bertanya-tanya kepada diri sendiri kenapa mereka harus merasa terganggu dengan suara tersebut. Pada kasus yang lebih parah, reaksi dapat berupa keinginan untuk membunuh sumber suara bahkan mungkin muncul keinginan untuk bunuh diri.

Dampak yang ditimbulkan

Bagi mereka yang menderita misophonia, berada di keramaian dapat menyebabkan rasa tidak nyaman karena kemungkinan adanya mendengar suara yang tidak mereka sukai. Penderita misophonia mungkin akan menghindari acara makan bersama atau makan terpisah dari keluarga dan kerabat mereka serta mengurung diri dan tidak ingin terlibat acara sosial apapun. Jika dibiarkan hal ini dapat menyebabkan penderita misophonia mengalami depresi. Dampak yang lebih parah juga dapat terjadi misalnya menyerang seseorang yang menghasilkan suara yang membuat mereka tidak nyaman.

Pengobatan misophonia

Belum ada pengobatan khusus yang dapat benar-benar menyembuhkan misophonia, tetapi beberapa jenis terapi dapat membantu mengurangi gejala dari misophonia. Beberapa klinik menawarkan terapi suara dikombinasikan dengan konseling oleh psikolog. Sebagian orang yang menderita misophonia memilih menggunakan penyumbat telinga atau mendengarkan musik menggunakan earphone jika mereka harus berada di keramaian yang mungkin menimbulkan suara yang tidak mereka sukai.