Article

Sabtu , 22 Jun 2019 17:44:27
Penyakit Meniere, Gangguan Telinga disertai Vertigo

pakah Anda pernah mengalami vertigo? Ketika Anda mengalaminya, apakah hal itu disertai dengan gangguan pada telinga Anda? Jika iya, mungkin Anda akan mengalami penyakit meniere. Berikut penjelasan selengkapnya seperti dilansir Mayo Clinic, Selasa (30/7/2013) :

Deskripsi

Penyakit Meniere merupakan salah satu jenis gangguan yang terjadi pada telinga bagian dalam di mana Anda akan mengalami vertigo (sensasi gerakan berputar) disertai dengan hilangnya kemampuan mendengar, telinga berdengung (tinnitus), dan terkadang terasa ada tekanan dalam telinga Anda. Penyakit ini termasuk dalam penyakit kronis dan biasanya hanya akan mempengaruhi satu telinga. Semua orang dapat mengalami hal ini, namun orang yang berusia 40 tahun ke atas lebih rentan untuk mengalaminya.

Gejala

Umumnya, Anda akan mengalami hal-hal berikut ini ketika terserang penyakit meniere:

1. Vertigo

Anda akan mengalami rasa pusing yang sangat hebat di kepala. Sensasinya hampir mirip ketika Anda beberapa kali berputar cepat di tempat dan kemudian berhenti. Anda akan merasa seluruh ruangan ikut berputar, padahal kenyataannya tidak. Keseimbangan tubuh Anda juga akan hilang. Hal ini bisa Anda alami selama 20 menit, 2 jam, atau bahkan hingga 24 jam. Akibatnya, Anda akan merasa mual dan muntah. Vertigo menjadi tanda dari penyakit meniere yang paling berat untuk dialami. Sebab, ketika Anda mengalaminya, Anda tidak dapat melakukan kegiatan apapun dan dapat menyebabkan stres emosional.

2. Gangguan pendengaran

Jika penyakit meniere masih berada pada tahap awal, biasanya Anda akan mengalami gangguan pendengaran dan dapat pulih dengan sendirinya. Namun, mayoritas pengidapnya akan kehilangan kemampuan pendengaran untuk selamanya.

3. Telinga berdengung (tinnitus)

Tinnitus adalah suatu kondisi ketika Anda mendengar suara dengungan di dalam telinga Anda sendiri.

4. Terasa ada tekanan dalam telinga

Orang yang mengidap penyakit meniere akan merasa ada tekanan pada telinga bagian dalam.

Gejala-gejala tersebut dapat timbul dengan tingkat keparahan, frekuensi, dan durasi yang berbeda-beda, terutama pada awal penyakit. Misalnya, Anda mungkin akan mengalami vertigo yang lebih parah daripada gejala lain atau Anda lebih sering mengalami tinnitus daripada gejala lainnya. Namun, bisa juga gejala-gejala tersebut terjadi dalam waktu yang bersamaan. Jika Anda mengalami salah satu gejala di atas, lebih baik Anda langsung berkonsultasi ke dokter. Sebab, gejala-gejala tersebut mungkin dapat menimbulkan komplikasi, seperti gangguan berbicara, hilangnya kesadaran, kehilangan penglihatan, dan lain sebagainya atau bahkan menimbulkan penyakit lain yang lebih serius, seperti stroke, tumor otak, penyakit jantung, penyakit kardiovaskular, dan menyebabkan hilangnya kemampuan mendengar.

Penyebab

Volume atau komposisi cairan dalam telinga bagian tengah yang abnormal diketahui menjadi penyebab dari penyakit meniere. Di dalam telinga ada beberapa bagian yang saling terhubung satu sama lain dan di dalamnya terdapat sebuah rongga yang disebut dengan labirin. Selain itu, di dalam telinga juga terdapat membran labirin, sebuah struktur membran lembut, yang diisi oleh cairan (endolimfe) dan dilapisi dengan sensor rambut yang berfungsi untuk merespon gerakan dari cairan. Agar semua sensor yang ada dalam telinga Anda dapat berfungsi dengan baik, cairan tersebut harus mempertahankan volume, tekanan, dan komposisi kimianya. Namun, ada beberapa faktor yang dapat mengubah sifat cairan dan dapat menyebabkan timbulnya penyakit meniere. Tak hanya itu saja, para ilmuwan juga menyebutkan beberapa hal yang dapat memicu timbulnya penyakit ini, seperti alergi, infeksi virus, cedera pada kepala, migren, cairan telinga tidak dialirkan dengan tepat, dan respon imun abnormal.

Pengobatan

Sebelum melakukan pengobatan, dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mendiagnosis penyakit ini. Dokter mungkin akan melakukan salah satu dari beberapa jenis pemeriksaan berikut ini:

1. Audiometri

Dokter akan melakukan jenis pemeriksaan ini untuk menilai kemampuan telinga Anda dalam mendeteksi suara yang disajikan melalui speaker. Suara tersebut diperdengarkan dengan menggunakan nada dan volume yang berbeda. Hasil dari tes ini dapat membantu dokter dalam menentukan sumber masalah dari organ pendengaran Anda, apakah masalah datang dari telingan bagian dalam atau dari saraf yang menghubungkan telinga bagian dalam ke otak.

2. Tes keseimbangan

Salah satu gejala yang timbul dari penyakit ini adalah vertigo di mana ketika Anda mengalaminya, keseimbangan tubuh Anda akan terganggu. Oleh karena itu, dokter akan melakukan tes pada keseimbangan tubuh Anda, Memang keseimbangan tubuh akan kembali normal dengan sendirinya, namun keseimbangan tubuh dari beberapa orang akan tetap bermasalah, walaupun sudah diobati. Beberapa jenis tes keseimbangan yang mungkin akan dilakukan oleh dokter Anda, antara lain:

  • Videonystagmography (VNG)

Fungsi keseimbangan tubuh akan dievaluasi dari gerakan bola mata Anda. Sensor dari alat ini akan melihat apakah keseimbangan telinga bagian dalam terkait dan mengontrol pergerakkan bola mata Anda. Ketika melakukan jenis tes ini, dokter akan memasukkan air atau udara yang bersuhu hangat atau dingin ke dalam liang telinga Anda. Hal ini memang sengaja dilakukan untuk melihat pergerakkan mata ketika menanggapi rangsangan ini.

  • Pengujian Vestibular Evoked Myogenic Potentials (VEMP)

Pengujian ini dilakukan untuk mengukur fungsi sensor di bagian terdepan dari telinga bagian dalam di mana sensor tersebut membantu Anda ketika mendeteksi gerakan. Sensor ini sedikit sensitif terhadap suara. Ketika sensor bereaksi terhadap suara, otot di leher dan mata akan mengalami kontraksi. Hal inilah yang digunakan untuk mengukur fungsi dari telinga bagian dalam.

  • Posturography

Tes komputerisasi ini dapat menunjukkan bagian dari sistem keseimbangan mana yang menimbulkan masalah dan menyebabkan timbulnya penyakit meniere, apakah mata, fungsi telinga bagian dalam, sensasi dari kulit, otot, tendon, atau sendi. Ketika melakukan jenis pemeriksaan ini, Anda akan mengenakan sabuk pengaman dan berdiri di atas papan pemeriksaan dengan kaki telanjang. Anda harus mencoba untuk menjaga keseimbangan tubuh Anda dalam berbagai kondisi.

Jika hasil dari jenis-jenis tes di atas abnormal, hal itu menunjukkan bahwa Anda mengindap penyakit meniere.

Namun, dokter juga akan melakukan beberapa tes lain yang dilakukan untuk melihat apakah ada masalah lain yang timbul akibat penyakit meniere. Berikut jenis tes yang mungkin akan dilakukan oleh dokter:

  • Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Pada jenis pemeriksaan ini digunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menggambarkan jaringan lunak dalam tubuh Anda. Hasilnya berupa gambar tiga dimensi dari organ otak Anda.

  • Computerized Tomography (CT)

Pada jenis pemeriksaan ini digunakan sinar X-ray yang dapat menghasilkan gambar penampang dari struktur internal dalam tubuh Anda.

  • Auditory batang otak respon audiometri

Ini merupakan jenis tes komputerisasi dari saraf pendengaran dan pusat pendengaran saraf di otak. Jenis pemeriksaan ini dapat membantu dokter untuk mendeteksi keberadaan tumor yang mengganggu fungsi saraf pendengaran.

Apabila Anda diketahui mengidap penyakit meniere, dokter akan memberikan resep obat yang mungkin hanya meredakan gejala dan tidak dapat menyembuhkan penyakit ini secara langsung. Pertama-tama, dokter akan memberikan obat untuk mengatasi vertigo, salah satu gejala yang paling berat. Berikut jenis obat yang dapat mengurangi tingkat keparahan vertigo:

  • Obat mabuk, seperti meclizine (Antivert) atau diazepam (Valium), dapat mengurangi sensasi berputar sekaligus membantu untuk meredakan mual dan muntah.
  • Obat anti-mual, seperti promethazine, dapat mengontrol mual dan muntah selama vertigo.
Selain itu, dokter juga mungkin akan memberikan resep obat yang dapat mengurangi retensi cairan. Obat ini disebut dengan obat diuretik, seperti kombinasi antara obat triamterene dan hidroklorotiazid (Dyazide, Maxzide). Jenis obat ini dapat mengurangi jumlah cairan dalam tubuh Anda sehingga volume dan tekanan cairan yang ada dalam telinga Anda dapat stabil. Selain itu, tingkat keparahan dan frekuensi gejala dari penyakit meniere juga dapat dikendalikan. Namun, jika Anda menggunakan jenis obat ini dalam jangka waktu yang panjang, Anda akan lebih sering buang air kecil dan sistem tubuh Anda akan kehabisan mineral, seperti kalium. Untuk itu, Anda dianjurkan untuk mengkonsumsi jenis makanan yang memiliki kandungan kalium, seperti pisang, melon, jeruk, bayam, dan ubi jalar.

Pilihan lain untuk memperbaiki gejala vertigo adalah dengan mendapatkan suntikkan obat di telinga bagian tengah. Jenis obat yang digunakan antara lain:

1. Gentamisin

Dokter akan menyuntikkan antibiotik beracun ke telinga bagian dalam dan selama prosedur ini Anda akan diberi anestesi lokal. Jenis obat ini dipercaya dapat mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan dari serangan vertigo. Namun, setelah melakukan hal ini, kemampuan pendengaran Anda akan terganggu.

2. Steroid, seperti deksametason

Dokter juga akan memberikan anestesi lokal kepada Anda sebelum menyuntikkan jenis obat ini. Bila dibandingkan dengan gentamisin, jenis obat ini kurang efektif. Namun, risiko efek samping dari obat ini lebih rendah dibandingkan dengan gentamisin.

Namun, bila vertigo tidak kunjung membaik dan semakin parah, operasi mungkin menjadi satu-satunya pilihan untuk mengobatinya. Jenis pembedahan dibagi menjadi beberapa macam, antara lain:

3. Prosedur kantung endolymphatic

Jenis pembedahan ini dapat mengatur kadar cairan telinga bagian dalam. Selain itu, produksi cairan dapat berkurang, penyepan cairan lebih meningkat, dan vertigo pun daoat diatasi. Namun, ketika Anda melakukan hal ini, dokter akan menghilangkan sebagian kecil tulang yang berada di atas kantung endolymphatic.
  • Bagian saraf vestibular
Dokter akan memotong saraf yang menghubungkan sensor keseimbangan dan gerakan yang terletak di telinga bagian dalam ke otak (saraf vestibular). Masalah vertigo mungkin akan membaik setelah Anda melakukan jenis pembedahan ini.
  • Labyrinthectomy
Dalam prosedur ini, dokter akan menghilangkan kedua bagian keseimbangan dan fungsi pendengaran dari telinga yang terkena penyakit meniere. Prosedur ini hanya dapat dilakukan bila fungsi pendengaran Anda benar-benar sudah hilang.

Perawatan diri juga dapat membantu mengurangi dampak dari penyakit meniere. Berikut tips-tips yang dapat Anda lakukan dan dapat meminimalisir risiko dari penyakit yang Anda alami:
  • Selalu waspada bila ada kemungkinan Anda kehilangan keseimbangan tubuh. Jatuh dapat menyebabkan cedera yang serius. Mungkin Anda dapat menggunakan tongkat ketika berjalan untuk menjaga stabilitas tubuh.
  • Jika Anda mulai merasa pusing, cobalah untuk duduk atau berbaring terlebih dahulu. Hindari lampu terang, menonton televisi, dan membaca, yang dapat memperburuk kondisi Anda.
  • Istirahatkan diri Anda selama dan setelah serangan vertigo. Jangan terburu-buru untuk kembali melakukan kegiatan Anda.
  • Ubahlah pola makan Anda. Dengan memodifikasi jenis makan yang Anda konsumsi, retensi cairan dalam tubuh dan cairan dalam telinga bagian dalam dapat berkurang. Perubahan pola makan ini dapat mengurangi tingkat keparahan dan gejala dari penyakit meniere. Anda harus makan secara teratur, membatasi konsumsi garam, menghindari produk makanan yang mengandung MSG dan makanan atau minuman berkafein.
  • Berhenti merokok. Nikotin yang terkandung dalam sebatang rokok dapat memperparah gejala penyakit meniere.
  • Belajar untuk mengelola stres dan kecemasan. Beberapa bukti menunjukkan bahwa mengelola stres dan kecemasan dapat mengurangi keparahan gejala dan memungkinkan Anda untuk mengatasi gangguan tersebut.