Article

Senin , 27 Mei 2019 13:53:34

Waspada 7 Bahaya Telinga Berdenging

https://klinikrespirasimalang.com/images/berita/waspada-telinga-berdenging.jpg

Image : https://2.bp.blogspot.com/-sFr0Eyg9QBk/VuFV6vL3vVI/AAAAAAAAAWw/A3l3tTwX9NI/s1600/telinga%2Bberdenging.jpg

Telinga berdenging terkadang dianggap sepele. Padahal, kondisi ini bisa menandakan gejala penyakit lain yang bisa lebih berbahaya.

Organ pendengaran atau telinga mungkin sering luput dari perhatian Anda dalam menjaga kesehatan tubuh.  Sebenarnya selain Anda perlu lebih peduli soal kebersihan telinga, gangguan telinga juga harus segera diatasi, termasuk bila telinga berdenging. Sebab, telinga yang berdenging tersebut bisa menunjukkan berbagai gejala penyakit lain.

Penyebab telinga berdenging

Dijelaskan oleh dr. Suci Dwi Putri kepada KlikDokter, telinga berdenging dalam dunia medis dikenal dengan sama tinnitus. Kondisi ini ditandai dengan keluarnya suara dari kepala atau telinga tanpa adanya pengaruh dari lingkungan.

“Tinnitus sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu subjektif dan objektif. Tinnitus subjektif disebabkan oleh kelainan pada telinga atau gangguan pada saraf pendengaran di otak. Sedangkan, tinnitus objektif dapat didengar juga oleh dokter yang memeriksa. Tinnitus objektif jarang ditemukan karena disebabkan oleh kelainan pembuluh darah, gangguan tulang telinga dalam atau gangguan pada otot,” jelasnya.

Meski demikian, menurutnya penyebab telinga berdenging yang umum ditemukan adalah kerusakan sel telinga dalam. Kondisi ini ditunjukkan dengan gerakan rambut-rambut kecil pada telinga bagian dalam yang bergerak berdasarkan tekanan gelombang suara.

“Gerakan tersebut menstimulasi sel-sel telinga untuk mengeluarkan sinyal listrik melalui saraf dari telinga ke otak. Selanjutnya, otak akan menginterpretasi sinyal tersebut sebagai suara. Jika rambut-rambut halus rusak dan impuls elektrik tidak beraturan, tinnitus bisa terjadi,” imbuhnya.

Kerusakan rambut-rambut halus pada telinga tersebut dipengaruhi oleh usia dan dampak dari paparan suara yang terlalu keras dalam jangka waktu lama, misalnya pada orang yang bekerja di lingkungan industri, konsumsi obat tertentu, senang datang ke konser musik atau sering mendengarkan musik menggunakan earphone.

Selain karena hal di atas, dr. Suci mengatakan bahwa tinnitus atau telinga berdenging juga bisa terjadi karena adanya kotoran yang menumpuk di dalam telinga. Jadi, bersihkan telinga Anda secara rutin untuk mencegah telinga berdenging.

Waspada penyakit yang berkaitan dengan telinga berdenging

Tak hanya disebabkan oleh berbagai hal di atas, kondisi telinga berdenging juga bisa menandakan berbagai gangguan kesehatan seperti:

1. Penyakit Meniere

Kondisi ini merupakan kelainan pada telinga dalam karena adanya tekanan pada cairan atau komposisi telinga dalam yang tidak normal, sehingga dapat menyebabkan telinga berdenging.

2. Trauma pada kepala atau telinga

Kondisi ini dapat memengaruhi saraf atau fungsi otak yang berkaitan dengan pendengaran. Umunya, telinga berdenging yang disebabkan oleh trauma hanya terjadi pada salah satu telinga.

3. Tumor jinak

Adanya tumor jinak pada saraf otak dapat memengaruhi keseimbangan dan pendengaran, sehingga menyebabkan telinga berdenging pada salah satu telinga.

4. Kelainan pembuluh darah

Disampaikan oleh dr. Suci, telinga berdenging karena kelainan ini bersifat pulsatil atau berdenyut. Menurutnya, tinitus yang terjadi karena hal ini adalah jenis tinnitus objektif.

5. Stres dan depresi

Ketika tes pendengaran menunjukkan hasil normal dan penyebab lain dari tinnitus tidak teridentifikasi, biasanya telinga berdenging disebabkan oleh adanya stres atau depresi.

6. Gangguan pada rahang

Dilansir dari WebMD, masalah pada rahang atau sendi temporomandibular (TMJ) dapat menyebabkan telinga berdenging. Kondisi ini akan disertai gejala nyeri pada persendian saat mengunyah dan berbicara. Jika hal ini terjadi, Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis THT.

Untuk sementara waktu, Anda juga disarankan untuk menghindari suara keras serta pencetus tinnitus atau telinga berdenging seperti kopi, teh, rokok dan garam, serta melakukan olahraga rutin untuk memperlancar sirkulasi darah.

7. Pertumbuhan tulang yang tidak normal

Gangguan yang disebut otosklerosis dapat menyebabkan tulang di telinga tengah tumbuh tidak normal. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan telinga berdenging dan kerap terjadi pada usia 30-an. Bila dalam keluarga terdapat riwayat otosklerosis, Anda perlu lebih waspada karena kemungkinan untuk mengalaminya lebih tinggi. Hal ini seperti dijelaskan pada situs berita kesehatan Best Health.

Faktanya, telinga berdenging tak hanya disebabkan oleh adanya gangguan pada telinga itu sendiri, namun sangat mungkin terjadi karena penyakit lain, misalnya beberapa penyakit di atas. Oleh sebab itu, bila Anda mengalami telinga berdenging yang amat mengganggu, segera periksakan ke dokter.

sumber : https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3624953/waspada-7-bahaya-telinga-berdenging