Article

Kamis , 04 Apr 2019 13:16:10

Mengetahui Masalah Kesehatan dari Kondisi Hidung

https://klinikrespirasimalang.com/images/berita/Mengetahui-Masalah-Kesehatan-Kondisi-Hidung-klinikrespirasimalang.jpg

Image : https://hellosehat.com/wp-content/uploads/2018/07/hidung-terasa-dingin-1024x668.jpg?x54339

Tak hanya sekadar menjadi organ penciuman dan pernapasan, keadaan hidung ternayat dapat menunjukkan kesehatan seseorang. Saat mengalami penyakit tertentu, salah satu gejalanya dapat terasa di hidung.
 
Hidung mampet, mimisan, penciuman berkurang, hingga perubahan warna kulit dapat menjadi petunjuk kesehatan. Berikut di antaranya, seperti dikutip dari Health:  

Hidung berair: Pilek

Hidung berair adalah salah satu penyebab paling umum pilek. Gejala lainnya termasuk bersin, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan. Istirahat dan minum banyak cairan dapat meredakannya.

Hidung berair: Flu

Gejala flu muncul dengan cepat dan seringkali diiringi demam, dan kedinginan. Kebanyakan akan membaik dalam beberapa hari hingga dua minggu. Tetapi perawatan antivirus dapat memperpendek penyakit hingga 1-2 hari.
 
Komplikasi dapat terjadi pada mereka yang berisiko tinggi seperti anak-anak, lansia, wanita hamil, dan orang-orang dengan kondisi seperti asma, penyakit jantung, dan diabetes.

Mimisan: Sinus kering

Udara kering menghilangkan kelembapan sinus sehingga lebih cenderung mengering dan pecah. Ini memudahkan bakteri menginfeksi daerah tersebut. Kedua kondisi ini dapat menyebabkan pendarahan.

Mimisan: Telangiectasia hemoragik herediter

Kelainan genetik langka ini dapat melemahkan pembuluh darah dan menyebabkan hidung berdarah lebih sering tanpa alasan jelas. Penderitanya dapat bangun tidur dan mendapati bintik atau bercak darah pada bantal atau di tangan dan wajah. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah serius, seperti gumpalan darah di paru-paru atau stroke.

Mimisan: Penyebab Lain

Alergi, hemofilia, dan sering mengorek hidung, hingga obat pengencer darah seperti aspirin, semprotan hidung, dan lainnya dapat menyebabkan hidung berdarah. Umumnya pendarahan yang terjadi ringan, namun jika hidung terluka. Andai darah tak berhenti dalam 30 menit, segera hubungi dokter.

Penciuman menurun: Polip

Pertumbuhan polip di hidung biasanya tidak berbahaya, tetapi dapat mencegah aroma sampai ke sel yang tepat. Pengobatan atau pembedahan kecil dapat menghilangkannya.

Indera penciuman menurun: Diabetes

Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi gula darah tinggi dapat merusak saraf, pembuluh darah, atau organ yang membentuk indera penciuman yang kompleks. Diabetes juga diduga bisa mengganggu sistem endokrin, yang bisa mengganggu sistem penciuman.

Penurunan penciuman: Alzheimer

Menurunnya indra penciuman mungkin merupakan tanda awal kondisi Alzheimer atau gangguan otak lainnya. Seperti penyakit Parkinson atau Huntington, multiple sclerosis, atau penyakit neuron motorik. Temui dokter untuk mengetahui kondisi ini sejak dini.

Aroma hantu: Gangguan pada otak

Anda mungkin mencium aroma yang sebenarnya tidak ada, bisa berupa aroma menyenangkan atau berbau tidak enak. Aroma tersebut bisa bertahan atau datang dan pergi. Penyebabnya termasuk kejang epilepsi, cedera kepala, tumor otak, atau kondisi seperti penyakit Parkinson.

Aroma hantu: Infeksi Sinus

Infeksi sinus juga dapat membuat sesuatu terasa tidak enak atau hambar. Bau ini biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan. Dokter mungkin menyarankan agar Anda membilas sinus dengan larutan air garam.

Hidung Merah: Rosacea

Kondisi ini menyebabkan bagian tengah wajah Anda memerah. Seiring waktu, terutama pada pria, kulit hidung dapat menebal dan memerah yang dikenal sebagai rhinophyma. Dalam kasus serius, dapat mengubah bentuk hidung dan bahkan membuat Anda lebih sulit bernapas. 

sumber : https://www.medcom.id/rona/kesehatan/GbmL1oLN-mengetahui-masalah-kesehatan-dari-kondisi-hidung