Article

Kamis , 09 Ags 2018 18:05:54

6 Penyebab Telinga Bindeng, dari Kebiasaan Dengar Suara Keras Hingga Penyakit Serius

Image : https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2018/04/shutterstock_109461665.jpg?x54339

Pernahkah Anda merasakan salah satu atau kedua telinga bindeng? Kondisi ini terjadi ketika suara yang biasanya terdengar jelas menjadi meredam, seperti ada sesuatu yang menyumbat telinga Anda. Biasanya, telinga bindeng kerap terjadi saat Anda berada di dekat bandara atau sehabis berenang.

Namun bagaimana jika terjadi terus-terusan? Mungkin penyebab ini yang membuat telinga Anda jadi terasa tersumbat.

Berbagai penyebab telinga bindeng

Selain kesulitan dalam mendengar, telinga bindeng bisa menimbulkan bunyi denging, terasa nyeri, pusing, telinga terasa penuh, dan gangguan keseimbangan. Gejala tersebut bisa muncul secara perlahan atau secara mendadak.

Beberapa kondisi tersebut bisa diobati dengan mudah tapi ada juga yang bertambah parah. Bila kondisi ini terjadi, segera lakukan pemeriksaan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Beberapa kondisi yang menjadi penyebab telinga bindeng, yaitu:

1. Kotoran telinga menumpuk

Penyebab telinga bindeng yang paling sering terjadi adalah kotoran telinga yang menumpuk. Sebenarnya, kotoran telinga (cerumen) yang terbentuk dari lilin di telinga membantu melindungi telinga dari infeksi. Saat Anda mengunyah, berbicara, atau menguap, lilin akan berpindah dari telinga bagian dalam ke telinga bagian luar. Ini membuat lilin menjadi kering dan terkelupas.

Membersihkan telinga dengan menggunakan cotton bud, biasanya akan mendorong korotan lebih dalam ke telinga. Kebiasaan ini bisa menyebabkan penumpukan dan lebih sulit untuk dibersihkan. Seiring waktu, penumpukan kotoran bisa menyumbat telinga dan membuat telinga Anda meredam. Anda menjadi sulit mendengar, telinga terasa penuh, sakit dan gatal, serta berdering.

Beberapa tetes minyak mineral, minyak bayi, gliserin, atau hidrogen peroksida di telinga Anda bisa melembutkan lilin dan membuatnya lebih mudah dibersihkan. Bila itu tidak berhasil, temui dokter Anda untuk membantu membersihkan telinga Anda dari kotoran.

2. Mendengar suara yang keras

Telinga meredam juga bisa diakibatkan oleh suara keras. Hal ini bisa terjadi saat Anda mendengarkan suara lewat earphone, nonton konser, mendengar suara bising dari pabrik, atau mendengar ledakan.

Suara-suara tersebut berpotensi melukai gendang telinga dan menimbulkan gangguan ini sementara atau permanen bergantung dari seberapa keras suara yang didengar oleh telinga Anda. Ini juga bisa menyebabkan trauma sehingga meningkatkan risiko kehilangan pendengaran di masa tua.

3. Infeksi telinga tengah (otitis media)

Dilansir dari Very Well, selain penumpukan kotoran, otitis media juga umum terjadi, biasanya pada anak dan bayi. Kondisi ini menyebabkan telinga tengah meradang karena adanya penumpukan cairan atau ada infeksi.

Selain kesulitan mendengar, telinga dan tenggorokan akan terasa sakit dan demam. Biasanya ini terjadi saat flu atau pilek. Untuk telinga meredam akibat flu, bisa diobati dengan obat yang mengandung dekongestan yangdapat mengurangi gejala tersebut.

Gangguan telinga ini akan hilang kurang lebih selama 4 sampai 6 minggu. Bila tidak membaik, kemungkinan penumpukan cairan sudah terinfeksi dan kondisi sudah kronis. Ini membutuhkan perawatan dokter lebih lanjut.

4. Penyakit meniere

Meniere adalah gangguan telinga yang dapat menyebabkan kerusakan permanen. Gejalanya meliputi pendengaran terganggu, telinga berdenging, vertigo, telinga terasa penuh akibat adanya tekanan.

Penyebab kondisi ini tidak diketahui secara pasti, namun diyakini akibat penumpukan cairan di telinga bagian dalam. Ini bisa terjadi juga akibat trauma pada kepala dekat dengan telinga, alergi, atau infeksi oleh virus.

5. Tanda tinnitus

Ketika Anda merasa telinga tersumbat disertai dengingan (desis, siulan, decak, deru, dengung) pada telinga, bisa jadi gejala tinnitus. Ini terjadi karena telinga mendengar suara bising yang keras, penggunaan obat-obatan antiradang non-steroid atau juga bisa terjadi karena gangguan lain, seperti sinusitis, cedera pada kepala atau leher, penumpukan kotoran di telinga, dan lain-lain.

Tergantung pada kondisi yang menjadi penyebabkannya, tinnitus dapat hilang sendiri atau Anda bisa memiliki kondisi ini dalam waktu yang lama. Tidak ada obat khusus untuk penyakit ini, namun perawatan dan terapi yang didapatkan dari dokter bisa membantu Anda mengurangi gejala.

6. Tumor

Meskipun tidak umum, tumor di sepanjang saraf yang menghubungkan telinga ke otak atau di telinga bagian dalam dapat menyebabkan gangguan pendengaran, termasuk telinga meredam.

Biasanya tumor ini ditemukan pada orang yang mengalami gangguan pendengaran di satu telinga, tetapi tidak pada yang lain. Pusing dan vertigo juga merupakan tanda kemungkinan adanya tumor. Sangat penting untuk mendapatkan evaluasi menyeluruh dari spesialis atau dokter segera setelah gejala muncul.

sumber : https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/penyebab-telinga-bindeng/