Article

Selasa , 07 Ags 2018 17:01:08

Hubungan Telinga dengan Keseimbangan Tubuh Manusia

Image : https://www.pusatalatbantudengar.com/blog/front/uploads/2018/01/9-1210x642-copy.jpg

Anatomi telinga manusia bisa sedikit membingungkan terutama karena tugas telinga bukan untuk mendengar saja namun juga untuk keseimbangan tubuh manusia. Ada tiga komponen pada telinga yakni telinga luar, telinga tengah dan telinga bagian dalam.

Ketiganya terlibat dalam proses mendengar, namun hanya telinga bagian dalam yang bertanggung jawab untuk keseimbangan. Mendengar merupakan proses menginterpretasikan suara dari sumber suara dengan menggunakan indera menggunakan indera pendengaran. Seperti yang disebutkan sebelumnya, proses tersebut didukung oleh fungsi tiga bagian telinga yakni telinga bagian luar, telinga bagian tengah, dan telinga bagian dalam.

Bagian-bagian telinga dan proses mendengar pada telinga manusia

1. Telinga bagian luar

Bagian telinga luar terdiri dari daun telinga, lubang telinga, dan gendang telinga. Daun
telinga berfungsi untuk menangkap gelombang suara. Lubang telinga berfungsi sebagai jalan
masuknya bunyi ke dalam suara. Sedangkan gendang telinga merupakan selaput tipis yang
paling peka terhadap suara.

2. Telinga bagian tengah

Telinga bagian tengah terdiri dari tulang pendengaran (osikula), saluran eustachius, dan
membran tympani. Membran timpani berfungsi sebagai penerima gelombang bunyi. Setiap
ada gelombang bunyi yang memasuki lorong telinga akan mengenai membran timpani,
selanjutnya membran timpani akan menggelembung ke arah dalam menuju ke telingatengah dan akan menyentuh tulang pendengaran. Fungsi dari tulang pendengaran adalah untuk meneruskan getaran suaradari gendang telinga yang dibawa oleh membran timpani menuju telinga bagian dalam. Sedangkan saluran eustachius adalah saluran yang menghubungkan telinga bagian tengah dan rongga mulut. Tugasnya adalah untuk menyeimbangkan tekanan udara pada telinga bagian luar dengan telinga bagian dalam.

3. Telinga bagian dalam

Telinga bagian dalam sering disebut dengan labirin karena terdapat organ-organ dan sistem
pendengaran yang cukup rumit. Di antara dua bagian telinga lainnya, telinga bagian dalam bisa dikatakan memiliki fungsi yang paling penting, salah satunya yakni untuk menjaga keseimbangan tubuh manusia seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Organ-organ yang terdapat pada telinga bagian dalam antara lain rumah siput, saluran setengah lingkaran, dan vestibulum. Pada penampang melintang rumah siput terdapat tiga macam saluran, yaitu saluran vestibulum, saluran koklea, dan saluran timpani.  Sementara itu, pada saluran koklea terdapat cairan endolimfa dan sel-sel rambut yang disebut alat (organ) corti. Alat (organ) corti membentuk sinapsis dengan saraf pendengaran sehingga getaran suara yang diterima akan diteruskan berupa impuls-impuls saraf ke otak.

Secara general, proses mendengar diawali dengan ditangkapnya energi bunyi oleh daun telinga dalam bentuk gelombang yang dihantarkan melalui udara melalui lubang telinga. Getaran tersebut menggetarkan membran timpani dan diteruskan ke telinga tengah melalui rangkaian tulang pendengaran yang akan memperkuat getaran suara (impuls) menuju tingkap jorong. Dari tingkap jorong, getaran tersebut menggetarkan cairan limfe yang ada di dalam rumah siput. Cairan yang bergetar merangsang urat saraf pendengar, kemudian rangsangan diteruskan ke otak sehingga manusia pun bisa mendengar.

Bagaimana telinga mempengaruhi keseimbangan tubuh manusia?

Keseimbangan adalah pengaturan koreografi yang mengambil informasi sensorik dari berbagai organ dan mengintegrasikannya untuk menginformasikan tubuh yang berkaitan erat dengan gravitasi dan bumi. Pengaturan keseimbangan di dalam telinga dalam diatur oleh aparatus vetibularis yang memberikan informasi penting untuk sensasi keseimbangan dan untuk koordinasi gerakan-gerakan mata dan posisi tubuh. Aparatus vetibularis terletak di dalam tulang temporalis di dekat koklea-kanalis semisirkularis dan organ otolit yaitu sakulus dan utrikulus. Pada bagian dasar saluran setengah lingkaran terdapat bagian yang disebut ampula. Di dalam ampula tersusun banyak sel rambut kecil bersilia. Sel rambut berfungsi sebagai reseptor dan dinamakan krista. Krista terbenam dalam suatu zat seperti gelatin yang disebut kupula.

Apabila kepala kita melakukan gerakan menggeleng, cairan perilimfa akan bergoyang dan menstimulasi sel-sel rambut untuk mengirimkan impuls saraf ke otak. Bagian inilah yang berperan dalam kesetimbangan gerakan. Sementara itu, vestibulum berperan saat terjadi keseimbangan gravitasi yakni gerakan kepala tegak atau datar. Vestibulum merupakan rongga di tengah labirin yang terletak di belakang koklea. Pada faktanya, keseimbangan tidak hanya terbentuk oleh sistem vestibular yang ada di dalam telinga, tapi juga oleh sistem visual dan sensorik manusia. Jika salah satu dari sistem ini rusak, maka kita akan mengalami pusing atau kehilangan keseimbangan.

Jangan abaikan gangguan pendengaran! Periksakan sekarang juga di Klinik THT di Kota Malang.

sumber : https://www.pusatalatbantudengar.com/blog/hubungan-telinga-dengan-keseimbangan-tubuh-manusia/